Saturday, September 20, 2014

Lari : dari Kenyataan, Tanggung Jawab dan Lainnya!!?

Sudah dua minggu terakhir saya tidak pernah melihat tutorial, menulis kode ataupun melakukan aktivitas tentang pemrograman. Hal ini saya lakukan karena saya ingin fokus ke laporan skripsi. Laporan skripsi saya sudah sampai bab 5. Cukup menarik. Sayangnya sudah satu minggu saya juga tidak menyentuh skripsi. Apa yang saya lakukan!?.

Minggu ini saya benar-benar berpikir kalau saya memang lari dari kenyataan, lari dari kehidupan, lari dari tanggung jawab dan tepat saat ini saya lari dari semua itu dan melampiaskan ke tulisan ini (saat ini masih belum mengerjakan laporan skripsi~ yey). Saya akan mengerjakan laporan saya siang ini. Sudah terasa muak menghindari hal yang seharusnya tidak bisa dihindari lagi, saya tidak akan lari!!

Ngomong-ngomong soal lari, sebenarnya empat hari terakhir saya memulai kegiatan yang sebelumnya saya hentikan, kegiatan itu adalah lari. Kali ini, lari yang saya maksudkan adalah lari dalam arti sebenarnya. Menggerakan kedua kaki di udara dengan kecepatan yang lebih tinggi dari jalan kaki. Karena sudah vakum hampir satu tahun, saya memulai kegiatan ini dengan lari interval, lari selama satu menit lalu jalan kaki dua menit. Hasilnya, tidak ada efek negatif yang membuat saya tidak bisa menggerakan kaki setelah lari. 

Rencananya, saya akan lari tiap pagi selama itu memungkinkan. Dan untuk minggu pertama, interval yang saya gunakan adalah lari 1 menit setelah itu jalan kaki selama 2 menit. Selanjutnya rencana minggu kedua adalah lari dengan interval 2 menit lalu jalan kaki 2 menit. Jika Rencana-rencana ini berjalan lancar maka di minggu ke sembilan saya akan lari 30 menit non stop tanpa interval jalan kaki. Mengingat sikap yang seringkali menghianati janji terhadap diri sendiri, saya hanya bisa berharap semoga diri ini bisa konsisten. Amin~

Harapan lain yang saya miliki adalah, semoga dengan lari (dalam arti sebenarnya) ini dapat mengurangi kegiatan lari dari kenyataan dan tanggung jawab yang selama ini lebih sering saya lakukan. :3

~curhat selesai

Wednesday, September 17, 2014

Butuh Alasan Lebih dari Satu untuk Menggerakkan Kaki ke Kampus

Hari ini saya sedikit bahagia karena tidak menemukan SMS dari si Andi dan curhatan galaunya. Hal yang saya temukan hari ini adalah SMS dari Hanny yang menanyakan tentang keberadaanku, "Ke kampus gak hil?". Saya pikir ini adalah kesempatan yang bagus untuk mengembalikan buku yang saya pinjam dari perpustakaan. Selain bisa mengembalikan buku, bisa ketemu temen pula.. keadaan seperti ini biasa disebut dengan istilah lempar satu batu, dua burung kena, keren banget kan?!. By the way, kemampuan ini akan sangat berguna ketika umat manusia kekurangan sumber daya batu, pada saat itu kita harus menghemat batu. Paling tidak saya sudah punya pengalaman.

Saya ke kampus, setelah mandi dan menemukan orang yang tidak saya kenal di kampus kesayangan. Betapa tidak, saya adalah mahasiswa semester sembilan yang keberadaannya hampir punah. Melihat teman seangkatan itu ibarat oasis di gurun pasir. Ketemu secara kebetulan, susahnya minta ampun. "Hanny kemana" gumamku. Sesekali bertemu dengan adik tingkat yang kukenal. Tentu saja kami bertukar senyum. Hanya itu, senyum formalitas untuk menyapa seseorang yang tidak terlalu dikenal. Akhirnya saya memutuskan untuk mengembalikan buku yang saya pinjam.

Berjalan ke perpustakaan adalah perjalanan paling asing. Sebut saja perpustakaan adalah tempat para pencari ilmu sebenarnya nongkrong. Tempat paling menggetarkan hati. Entah kenapa, tiap pergi ke sana perasaanku bergetar lebih kencang dari biasanya. Setelah berada di perpustakaan saya baru menyadari kenapa. Masuk perpus itu harus melepas jaket, menunjukan kartu mahasiswa, tidak membawa barang-barang mencurigakan seperti cover laptop dan sebagainya. Serasa napi..

Setelah mengembalikan buku ke penjara tersamar itu, saya kembali ke gedung jurusan. Disana saya bertemu dengan Hanny dan Sayful. Dalam hati saya membatin kenapa harus bertemu dengan pasangan ini. Dari jauh saya tidak mungkin akan memanggil nama mereka. Biarkan mereka mendekat, lalu saya akan memanggil "Hai.." saja. "Hai.. " sapaku sambil tersenyum. Sejenak saya melihat ke arah kiri dan kanan, semua orang terlihat normal. Baiklah tidak ada kesalahpahaman. All is Well...

Sebelum saya bercerita lebih lanjut, saya ingin memastikan semua orang perlu tahu tentang kedua orang ini. Hanny dan Sayful adalah cowok. Memastikan saja, nama Hanny terdengar begitu feminin sehingga seringkali ia dipanggil mbak. 

Kami pergi ke A3 bertemu beberapa teman, ke Bank, lalu ke Bank lainnya lagi. Sesaat di jalan saya berpikir, bagaimana mereka saling memanggil nama satu dan yang lainnya ya. Mungkin percakapannya akan seperti ini, "Say,,, ayo ke Bank lainnya" kata Hanny ke Sayful, mungkin Sayful akan menjawab, "Oke Honey, kita ke sana!". Tersadar betapa mengerikannya nama mereka, saya berhenti berhayal dan melanjutkan kehidupan. Dua tujuan sudah tercapai, saya harus pulang.
Sampai jumpa kampus, Han, Sayful... ~lol

Tuesday, September 16, 2014

Mendekat dan Menjauh

Melanjutkan cerita sebelumnya, kemarin sore SMS dari si galau Andi (nama samaran) kembali lagi menghiasi isi ponselku. Tentu saja isinya aneh dan penuh dengan suasana depresi, "Malam ini terakhir aku akan menunggunya, besok akan kubuka lembar baru" katanya. Tentu saja tak banyak kata yang bisa saya katakan untuknya, selain kata terkenal nan hina "Good luck bro!". Beberapa menit kemudian ia menyampaikan ucapan terima kasih atas support dan nasehat yang telah saya berikan. Wouw...
Beberapa menit kemudian setelah SMS terakhirnya tidak saya balas, Andi memberikan satu SMS mengerikan lagi tentang heroinnya, sebut saja namanya Ani (Lameeee~). "Bro minta tolong bantuin dan jagain Ani ya kalo dia butuh sesuatu disana" sms Andi. Dari sini sudah terlihat jelas bagaimana hasil dari apa yang ia tunggu, sepertinya ia sudah menyerah. Tapi yang benar saja, kenapa saya harus ikut-ikutan dengan hal mengenai si Ani. Ia tak sepertimu bro, saya jelas tak mengenalnya. Yang kukenal adalah orang-orang disekitarnya. Jadi No thank you. Saya tak akan menawarkan bantuan apapun untuknya, bahkan jika ia memintapun saya perlu memikirkan kemampuanku. I'm a rational guy afterall. haha...
Tentu saja saya tidak mengiyakan, janji adalah hal yang mustahil untukku. Sulit untuk mengiyakan janji untuk orang kasmaran yang sedang patah hati. Jadi kualihkan saja percakapan jarak jauh ini dengan pertanyaan tipikal "kenapa bisa seperti ini". Katanya "Aku yang salah, aku kesal akan sesuatu lalu meminta putus.". Oh boy, what happen to you... temperamen banget. Kesal boleh saja kawan, tapi jangan cepat mengatakan kata putus jika kamu memang tidak siap untuk itu. Setelah smsnya itu, ponsel sudah tidak saya sentuh lagi.
Teringat bagaimana ayah si Ani bercerita tentang Andi yang mendekati Ani. Sekitar satu tahun yang lalu ayah Ani menginap di tempatku, bercerita tentang Andi. Kami memulai pembicaraan ini setelah ayah Ani melihat email tentang Andi yang meminta bantuan padaku tentang sesuatu, tentang abstrak tulisannya. Kami membicarakan bagaimana konyolnya si Andi, ia memberikan hadiah ke Ani melalui ayahnya, katanya Andi akan grogi jika memberikan langsung ke Ani jadi ia putuskan untuk memberikan hadiah itu melalui perantara Ayahnya. Saya dan ayahnya Ani merasa normal.. kami berpikir bahwa ada seseorang yang tidak normal waktu itu.
Satu tahun kemudian, mereka putus. Mungkin inilah cinta anak muda.. Mendekat dan menjauh.. suatu saat akan hilang dari ingatan ketika bersama dengan yang lainnya. Sebagai teman saya hanya bisa berdoa semoga yang terbaik untuk kalian, Ani dan Andi. Apapun akhirnya nanti, that was a life lesson. Tumbuh dan dewasalah. 

Bertahan atau pergilah

Sedikit terkejut dan jengkel karena harus menjawab SMS paling ambigu dari salah satu teman SMA. Sebut saja namanya Andi (nama samaran). Ia mengirim SMS layaknya saya adalah dokter cinta paling mutakhir di muka bumi ini. Konyol banget, dokter cinta paling mutakhir ini adalah jomblo. Jadi bisa dibayangkan bagaimana kosong dan tidak bergunanya saran yang akan saya berikan kepada Andi. Sebelum menjawab pertanyaannya, saya teringat masa lalu ketika saya sedang di rumah, bosan dan tanpa kegiatan. Pilihan favorit tentang hal yang akan saya lakukan salah satunya adalah mengirimkan pesan untuknya, "Aku di rumah. Main game yuk?!". Beberapa menit kemudian kami bermain game bersama. Teringat akan hal itu, betapa ambigu dan tidak jelas SMS yang ia kirimkan saya akan menjawabnya serius. Mungkin saja ia sedang bosan.

Jadi pertanyaan bosannya itu seperti ini "Bagaimana jika satu hati sulit untuk melepas dia?". What?! SMS apaan ini? tanpa ada pembukaan yang jelas, penutup yang baik, langsung bertanya seenak hati tentang apa yang tidak saya mengerti. Sejenak saya langsung menjadi konsultan profesional (pura-pura) lalu menjawabnya dengan seenak hati pula "Pertahankan hatinya sampai hatimu runtuh!". What?! ini jawabnya apa-apaan?! Saya malu... Diikuti dengan penyesalan, saya ingin melihat SMS konyol apalagi yang akan Andi kirim. Hape bergetar lalu sms baru masuk, katanya "Bagaimana jika dia benar-benar benci dan sulit untuk kembali?". Dilihat dari sms ini, sepertinya dia tidak sedang terserang virus bosan seperti perkiraanku, Andi hanya sedang galau. Dasar anak muda... Namun karena kata galau atau menyebut seseorang galau bukanlah hal yang patut dilakukan kepada seorang teman, maka saya menjawab pertanyaannya kembali dengan kalimat konyol "Kalau memang begitu keadaannya, ngapain nyiram bunga yang telah mati, tinggalkan saja". Pause begitu lama sampai keesokan hari.

Hari ini saya mendapatkan SMS lagi dari orang yang sama, "Saya sudah terlalu sayang sama xxxxx bro!" katanya. Hei, apa yang harus saya katakan. Sampai saat ini saya masih belum membalas SMS orang ini, pikirkan sendiri Andi. Pilihan cowok cuma dua, Bertahan atau Pergi. Setidaknya itu yang saya yakini. Kenapa harus membuang waktu terhadap orang yang membenci kita dan berusaha untuk mendapatkan hatinya jika ia memang tak mungkin kembali. Tinggalkan bro...  tinggalkan...


...atau bertahan..
Jika perasaanmu memang begitu kuat maka jangan biarkan ia untuk pergi selamanya. Hidup ini terlalu singkat untuk menyiakan perasaanmu. Pertahankan sampai hatimu runtuh. Jika memang gagal, suatu saat akan ada seseorang yang akan membangun kembali perasaanmu. Membuatnya menjadi utuh dengan keadaan yang mungkin berbeda. Bersama orang itulah hatimu akan bersama. Jodohmu..

Monday, September 15, 2014

Hantu dan Mahasiswa Semester Sembilan

Beberapa hari terakhir saya secara konsisten dihubungi oleh dua orang. Dua orang itu adalah ayah dan kakak. Mereka menghubungi untuk menanyakan kabar skripsi. "Skripsi apa kabar mi?" kata mereka. Sedikit merasa pilu karena kabar anak atau adik kalah populer ketimbang skripsi. Selain itu, bukanlah hal yang jarang ketika mereka menanyakan keberadaanku dimana. "Sekarang dimana, sudah konsultasi ke dosen belum?" tanya mereka. Tidak kuat dengan pertanyaan-pertanyaan yang menusuk tersebut, saya akhirnya melempar handuk putih sambil meneriakkan "Okeh saya menyerah!". Hasilnya, tiap hari senin saya pergi bergentayangan ke kampus.

Berbicara tentang dosen pembimbing, maka di pikiran saya yang paling dalam akan muncul tentang imageku saat ini. Betapa tidak, sudah konsultasi sekian kali namun pertanyaan pertama yang selalu saya dapatkan dari bapak dosen pembimbing selalu sama "Namanya siapa mas?". Dengan ini, secara resmi saya sudah menjadi hantu. Tak terlihat oleh orang lain, bahkan oleh dosen pembimbing sendiri. "Sesulit itukah mengingat namaku pak?!" teriakan batin seseorang hari ini.

Sedikit jengkel karena hal itu, sepertinya saya akan menghantui bapak sampai saya lulus nanti. hahaha...

Friday, February 14, 2014

NUSANTARANGER: Power Rangers versi Indonesia

Layaknya hari-hari kemarin, pagi ini saya iseng menyeret bagian beranda saya ke bawah untuk menemukan informasi baru. Keisengan itu membawa saya pada suatu foto dengan gambar mahluk berwarna merah berhelm unik dengan petir warna ungu yang menyambar-nyambar di tangannya. Di bawah karakter tersebut tertulis kata "Nusantaranger". Kalau dilihat dari gambar dan namanya, sudah pasti bahwa ini adalah Power Rangers. Dan benar, ini adalah komik Power Rangers dengan beberapa perbedaan.



Sebelum ini saya pernah membaca chapter 1 dari komik ini. Rasanya biasa, tidak ada kemenarikan yang saya dapatkan dari pembacaan chapter 1. Alasan utamanya adalah karena cerita yang terlalu singkat, rasanya memang tidak adil ketika harus menilai suatu karya dari 1 chapter awalnya saja. Namun karena hal itu telah merasuk, ketika chapter kedua dan ketiga terbitpun saya tidak memiliki keinginan untuk membacanya.

Ada hal yang berubah ketika chapter 4 muncul, protagonist sudah bisa berubah. Berubah menjadi mahluk merah dengan helm unik mirip dengan kepala burung, burung elang. Namanya Rangga, anak SMA yang melakukan study tour ke tempat bersejarah, candi cakka dan cakra namanya. Di candi ini, ia bertemu dengan ruh bertato yang merupakan ranger merah dimasa lampau. Tidak secara kebetulan, Rangga sebenarnya sudah terpilih untuk menjadi ranger merah. Dia sering didatangi oleh ruh itu di dalam mimpi. Ketika berada di lokasi candi pun, dia mendapatkan suara-suara panggilan yang hanya bisa didengarnya oleh mantan ranger merah. Perlahan, Rangga mengikuti arah suara itu, melangkah masuk kedalam candi. dan menemukan seseorang dengan baju kuno, tidak modis dijaman ini. Mungkin akan menjadi pusat perhatian jika orang yang dilihat Rangga berjalan di pusat keramaian seperti mall dan pasar. Namun di dalam candi itu dia sendiri, Rangga mendekat dan Ruh memberikan penjelasan tentang Nusantaranger dan masa lampau ranger merah.  Cerita selesai, setelah itu Rangga diberikan hadiah sebuah gelang. Gelang yang bentuknya berubah sesuai jamannya (hashtag geleng kepala). Setelah itu Rangga pingsan selama dua jam.

Rangga terbangun di dekapan temannya yang bernama Kei. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan ke candi berikutnya. Ditengah perjalanan, nampak beberapa orang berlarian, tergopoh gopoh menuju arah yang berlawanan dari tujuan Rangga dan teman-temannya. "Cepat lari, ada monster babi!" kata salah seorang yang berlari di sana. Saya heran kenapa rombongan Rangga dan kawan-kawan langsung percaya dengan perkataan orang tersebut. Apakah di dunia nusantaranger memang sering ada monster babi yang mengamuk? Mereka percaya begitu saja dan langsung berbalik arah dengan kecepatan penuh menuju arah sebaliknya. Semua berlari, seperti 100 meter dash yang dilakukan oleh atlit lari. Rangga juga percaya bahwa ada monster babi yang mengamuk di candi, namun bukannya berlari berbalik arah, Rangga malah menuju ke arah tempat monster babi mengamuk, "Aku akan kesana, jangan hiraukan aku Kei" katanya meninggalkan pesan ke arah teman baiknya. Ranggapun berlari, dan menemukan beberapa orang berpakaian hitam layaknya anggota Men in Black atau mungkin seperti mavia di itally yang menggunakan jas hitam, tuxedo keren. Rangga kena tendang oleh salah satu anggota Men in Black yang menamakan dirinya Sendikala itu. "Kenapa saya menjadi lemah" kata Rangga sambil meringkuk kesakitan. "Karena blablabla" jawab si mantan ranger merah yang merupakan ruh seseorang yang sudah mati. Sendikala pun pergi meninggalkan Rangga yang lemah, nampak bahwa Men in Black itu tidak menghiraukan Rangga yang merupakan bocah SMA yang lemah. "Percuma ngeladenin ni anak, biarkan monster babi beraksi" kata hati anggota Sendikala, mungkin.

Setelah ditinggalkan oleh Sendikala, monster babi mulai menghampiri Rangga. Sepertinya Rangga akan dijadikan santapan awal dari monster ini. Sebelum itu terjadi, Kei melemparkan batu ke arah monster babi. Siapa yang tidak marah jika ditimpuk batu, monster babipun menghampiri Kei dengan cepatnya. Lalu membuatnya terlempar layaknya tim rocket yang terkena tegangan listriknya pikachu, Kei terbang sejenak dan terjatuh. Ranggapun mulai marah. Ia berlari dan bagian demi bagian tubuhnya mulai dilapisi dengan pakaian berwarna merah, hingga seluruh tubuhnya terlapisi, "jangan menyakiti sahabatku!" teriaknya.

Bertarung lama, setelah dibantu oleh mantan ranger merah dengan memberikan Rangga pistol yang seperti keris, singkat cerita Rangga mengalahkan monster babi. Monster babipun berteriak tanpa suara, meledak dengan dahsyatnya membuat tubuhnya berubah menjadi bata-bata. Monster babi sekarang hanyalah artefak, gud bay beybe.. 

Nasib Key? sepertinya ia masih terkapar. Pelajaran moral yang bisa didapatkan di chapter 4 ini: jangan melempar binatang menggunakan batu, kasian kan, hewan juga punya perasaan dan rasa sakit. :3


sumber gambar: nusantaranger.com

Sunday, February 2, 2014

Saya dan Berbohong


Disadari atau tidak,  manusia seringkali berbohong. Berbohong adalah sebuah tindakan mengucapkan sesuatu yang berbeda dari apa yang sebenarnya. Mungkin tidak berucap, namun mengisyaratkan hal yang tidak benar paling tidak terhadap pikiran sendiri. Setiap orang memiliki kemampuan ini. Berbohong adalah kemampuan yang dimiliki oleh manusia normal. Bersyukurlah jika memang masih bisa berbohong, normal..

Berapa kali kita berbohong?

Penelitian mengatakan bahwa, orang dewasa berbohong rata-rata 3 kali dalam 10 menit percakapan. Percobaan ini dilakukan dengan membuat dua orang dewasa bercakap selama sepuluh menit, tentu percakapan ini direkam dari segala arah dengan kamera dan perekam tersembunyi. Setelah selesai bercakap, orang-orang yang melakukan percakapan itu ditanya berapa banyak hal tidak benar yang mereka katakan selama mereka bercakap. Setiap orang yang ditanya menjawab bahwa mereka mengatakan hal sebenarnya. Lalu, setelah itu mereka diberi tahu bahwa mereka telah direkam, lalu diperlihatkan percakapan mereka dengan pertanyaan "coba tunjukan bagian mana saja dari kata-kata anda yang tidak tepat dan masih meragukan?". Hasilnya, mereka terheran-heran, rata-rata ada tiga kebohongan yang dilakukan disadari atau tidak. Hal ini menunjukan bahwa manusia itu cenderung berbohong, disadari atau tidak

Sejak kapan kita mulai berbohong?

Percobaan tidak hanya dilakukan terhadap orang dewasa saja, terhadap anak kecil pun dilakukan. Kali ini percobaan dilakukan dengan menggunakan mainan bersuara yang diletakkan dibelakang anak kecil berumur 4 tahun. Anak kecil ini disuruh untuk menebak mainan apa yang memiliki suara seperti yang didengar. Mainan pertama berbunyi "kwek kweek kweek", anak kecil dengan semangat menjawab bebek. Selanjutnya bunyi sirine pemadam kebakaran, anak kecil berhasil menjawab dengan benar. Yang ketiga adalah suara musik, tentu saja sangat sulit untuk menebak mainan yang bersuara musik. Peneliti dengan sengaja meninggalkan ruangan setelah suara mainan bermusik dimainkan dengan alasan mendapatkan panggilan penting. "Tunggu sebentar, ada panggilan penting, jangan ngintip ya, semenit lagi saya kembali". Setelah semenit berlalu, anak kecil ditanya mainan apa yang tadi didengarkan. Anak kecil ini langsung menjawab "Dinosauruuuus!". Penelitipun bertanya, "tau darimana?". "Wraaaaaauuuh" jawab anak kecil. "wrauh? saya tidak pernah mendengar suara itu. Apa kalian mengintip?". Anak kecil menjawab TIDAK. 

Berbohong adalah hal yang normal, pada umur 2 tahun 25% anak kecil sudah bisa berbohong, sisanya tidak berbohong, entah karena merasa tidak perlu untuk berbohong atau karena tidak memiliki logika untuk berbohong. Pada umur 4 tahun 90% anak kecil sudah mampu berbohong dan pada umur 7 tahun, semua anak sudah memiliki kemampuan ini. Anehnya, ketika tumbuh remaja, manusia mulai jujur. Kejujuran ini terjadi karena manusia bersosialisasi. Lebih tepat lagi jika dikatakan bahwa manusia belajar "Peraturan Permainan Kebohongan". Karena kehidupan sosial, manusia mengerti akan konsekuensi kebohongan. Ketika manusia tumbuh dewasa, mereka berbohong untuk keuntungan mereka. Atau untuk membuat nyaman orang lain. Ada banyak sekali alasan lainnya. 

Perlukah berbohong?

Untuk permasalahan ini, saya akan serahkan kepada pembaca. Tiap orang memiliki ukuran yang jelas dimana mereka menganggap kebohongan yang dikatakan adalah kebohongan yang baik. Sebagian lainnya mengatakan bahwa selalu hidup dengan kejujuran. Sejak kecil kita diajarkan untuk berbohong, "Udah magrib, cepet pulang, entar dimakan sendikele*", "Ayo, makan sayurnya supaya kuat kayak Popay," . Semakin dewasa maka, kebohongan yang dilakukan mengarah ke bagaimana masyarakat ingin dilihat. Contoh sederhana yang kemarin saya dengar dan dilakukan adalah mengatakan kepada seseorang bahwa ia cantik. "Lama gak keliatan, makin cantik aja.. ". Basa basi yang sering dilakukan untuk membuat orang lain bahagia. Mungkin sederhana, dan kadang tidak benar kalau orang tersebut semakin cantik. Namun hal ini akan membuat orang lain bahagia. Disisi lain, ada juga kebohongan yang menimbulkan luka. Membuat orang menjadi tidak suka. Misal, selingkuh. Tentu saja tidak disukai. Untuk itu, perlukah berbohong? ya dan tidak. Its up to you. 

Bagaimana kehidupan jika tidak seseorang tidak pernah berbohong? 

Jika orang-orang selalu jujur, maka tentu saja akan tetap ada masalah, namun akan membuat orang-orang langsung menuju apa yang menjadi masalah, to the point, yang tentu saja mengarah kepada kejujuran, menghormati orang lain, dan mencintai orang lain. Di sudut pandang lainnya, sangat mudah untuk dibayangkan, jika seseorang tidak pernah berbohong, maka orang tersebut tidak akan memiliki teman, tidak memiliki relatif, anaknya tidak akan mengunjungi, mungkin jugatidak akan memliki istri, yang jelas dunia ini akan terasa sepi. Sendirian.

ket : sendikele = saya sendiri tidak tahu apa itu sendikele, -_-

Sunday, January 26, 2014

Saya dan Otaku, Bukan! Mungkin ini disebut Belajar.

Beberapa hari terakhir saya disebut-sebut sebagai otaku. Alasannya, saya sudah membaca banyak sekali manga. Selain itu, saya juga memiliki database anime yang lumayan banyak. Hal sederhana ini membuat beberapa teman saya menganggap saya sebagai otaku.
Menurut wikipedia, Otaku (おたく/オタク) merupakan istilah bahasa Jepang yang digunakan untuk menyebut orang yang betul-betul menekuni hobi. Dari definisi ini, saya bukanlah salah satu orang yang benar-benar menekuni hobi. Baik itu membaca manga ataupun anime, kedua-duanya bukanlah hobi yang benar-benar saya tekuni. Ada beberapa alasan yang membuat saya tidak sepenuhnya menekuni manga dan anime. Namun alasan tersebut tertutupi oleh rasa suka saya terhadap hasil karya orang jepang tersebut.
Terus gimana, suka atau enggak? --' labil banget 
Saya menyukai manga karena kebanyakan manga yang saya baca memiliki banyak sekali keunikan, baik dari segi cerita, komedi, maupun seni gambarnya. Namun, dari semua kesukaan saya itu, ceritalah yang prioritasnya paling tinggi dalam hobi saya ini (hobi yang tidak benar-benar suka, hanya suka). Saya senang mendengarkan cerita, saya senang menonton film dan bukan sekedar anime saja. Saya senang membaca tulisan yang bahkan kadang saya tidak mengerti artinya secara jelas (contoh puisi). 

Cerita memiliki keajaiban tersendiri, mengalirkan emosi dari berbagai arah sehingga membuat emosi pembaca terombang-ambing. Kadang sedih, senang, bahagia, dan sebagainya, dapat ditemukan dalam cerita-cerita. Namun tidak sekedar cerita fiksi, cerita tentang objek sehari-hari juga merupakan hal yang saya senangi. Bagaimana orang menangis, Cerita tentang Cermin, Segala hal tentang Sains dan sebagainya.

Dihari libur, saya sering menghabiskan waktu dengan mendengarkan podcast dari radio yang sebelumnya saya download. Menurut saya hobi ini adalah hal yang sangat menarik, selain karena mendapatkan banyak ilmu, kadang juga mendapatkan sudut pandang yang berbeda dari sudut pandang yang sebelumnya saya miliki. Sudut pandang ini akan merubah sikap. Sikap yang sebelumnya a dapat menjadi b. Seperti perubahan prilaku. Jika didalam dunia pendidikan maka hal itu disebut dengan nama "Belajar". Karena menurut teori behaviorisme, Belajar adalah bentuk perubahan tingkah laku. 

Dari membaca manga, menonton anime, sampai mendengarkan podcast siaran radio, sebenarnya ada hal yang saya lakukan lebih dari sekedar hobi. Hal itu adalah belajar. Kita semua belajar. Tanpa kita sadari, kita telah mengambil pelajaran dari berbagai hal kecil yang kita lakukan. Termasuk hobi.

Otaku merupakan kegiatan mendedikasikan diri terhadap hobi kultur jepang. Andaikan benar saya adalah otaku. Maka saya akan mengambil kisah dari cerita yang saya baca sehingga saya adalah pebelajar. Belajar sampai mati. :D




Thursday, January 23, 2014

Saya dan Rata-rata Lima Orang Terdekat

Sebuah pendapat mengatakan bahwa kamu adalah rata-rata lima orang terdekatmu. Karena saya keras kepala dan skeptik terhadap pernyataan-pernyataan yang baru saya dengar maka sayapun bertanya kembali. Adakah bagian dari diri saya yang mirip dengan orang terdekatku? Dan jawabannya adalah beberapa. Beberapa bagian dari diriku mirip dengan orang terdekat.

Pertanyaannya sekarang siapa sajakah yang merupakan orang terdekat saya. Adakah dari beberapa orang yang menyebut dirinya temanku. Ataukah segelintir orang yang tidak mengenalku, ataukah orang-orang yang membenciku sejauh saya membenci orang itu? who knows!? Yang jelas orang terdekat menurut definisi versi saya adalah orang yang mempengaruhimu banyak, tidak hanya orang yang mengaku temanmu. Berdasarkan definisi ini apakah karakter fiksi juga termasuk? Jawabannya adalah iya, jika karakter fiksi mempengaruhimu banyak, maka karakter fiksi itu adalah salah satu dari orang terdekatmu.
Terus kalo karakter fiksi itu bukanlah orang, apakah karakter fiksi itu termasuk orang terdekatmu? Arrrgh...  mulai sekarang kita sebut saja orang terdekat itu sebagai Sosok Terdekat. No complaint, please!!

Sejak kecil, saya sudah memiliki sosok terdekat. Teman yang paling saya kagumi, hormati dan cintai. Ini adalah daftar sosok terdekat yang membuat saya hari ini.

1. Super Hero

Pahlawan favorit saya saat kecil adalaaaaaah, yaiyalah Power Ranger, lalu setelah itu Ultraman, dan sebenarnya masih banyak lagi namun saya tidak dapat menyebutkannya satu persatu. Ada beberapa hal yang sangat saya sukai dari pahlawan warna-warni yang menyebut dirinya Power Ranger ini, mereka selalu membela kebenaran, menyelamatkan dunia dari para monster yang muncul dengan kekuatan yang besar pada awal acara dimulai. Namun bagaimanapun hebatnya monster yang muncul pada awal acara dimulai, dengan ledakan dibelakang dan power ranger yang membentuk saf (baris), monster meledak. Singktanya, dari awal acara, 30 menit kemudian Power Ranger pasti menang. Akhir-akhir ini saya sadar, Power Ranger biasanya menang karena keroyokan. Saya kecewa.
Berbeda dengan Power Ranger, Ultraman bekerja sendirian. Memang ditemani oleh pasukan manusia yang menggunakan pesawat. Namun lebih sering pesawat-pesawat tersebut hanya terbang seperti lalat. Hanya Ultraman saja yang mengalahkan monster raksasa. Saya sangat mengagumi pahlawan ini, benar-benar mengagumi, pahlawanku. Teringat dengan Ultra Seven yang berubah menggunakan kacamata hitam, dengan gagahnya berubah menjadi mahluk merah silver raksasa. Melawan kejahatan adalah tugasnya, melindungi manusia yang begitu kecil dan lemah. Saya benar-benar mengagumi Ultraman. Hingga pada saat hati saya terkecewakan oleh kata-kata kakak saya semasa kecil dulu. "Mi, coba perhatiin, dibelakang ultramen, punggungnya, ada resleting". Terima kasih kakak, karena pernyataan itu, saya menangis seharian seraya mengingkari kenyataan itu, tahap pertama dari  Five Stages of Grieving. Kembali, saya kecewa.

Namun tidak bisa dipungkiri bahwa pahlawan-pahlawan itu mempengaruhi kehidupan saya. Membela kebenaran adalah hal yang harus dilakukan. Bahkan ketika orang lain menganggapmu aneh karena kebanyakan orang melakukan hal salah.

2. Kakak

Terpengaruhi karena terbiasa, mungkin hal inilah yang pantas untuk dikatakan terhadap sosok yang satu ini. Bagaimana tidak, kami tinggal di satu rumah yang sama. Sedih, senang, kesal, jengkel dengan berbagai rasa masih tetap di satu rumah. Kakak melakukan ini, adik mengimitasi. 

Hal yang paling jelas terlihat sampai sekarang adalah kecintaan saya terhadap musik. Musik barat yang mereka suka, selalu terdengar di telinga saya bahkan tanpa saya mengerti artinya apa. Ini adalah rasa suka yang dipaksakan, namun telah menjadi rasa suka yang benar-benar nyata. Salah satu dari mereka pernah mengatakan hal ini "Kalo kamu denger lagu ratusan kali, bahkan lagu kasidah jaman dahulu kala yang kamu tidak suka bakal jadi lagu favoritmu". Saya pernah salah mendownload satu album yang bertema Forever love songs. Awalnya saya mengira bahwa isinya adalah lagu-lagu cinta romantis ala barat dengan lirik aduhai. Ternyata isinya adalah lagu india. Terpaksa mendengarnya karena pilihan lagu yang kurang, eh pada akhirnya saya suka lagu-lagu tersebut, lagu India.

Saya tidak paham sama sekali dengan lirik lagu india yang terpaksa saya dengar ataupun lirik lagu soundtrack anime, namun saya menikmati musiknya. Mungkin itulah yang membuat musik adalah bahasa internasional yang dimengerti oleh emosi. Akhir-akhir ini saya mulai tahu bahwa ternyata mereka juga tidak mengerti arti lirik dari lagu-lagu barat yang mereka dengar. Saya menggelengkan kepala, dan ketika melihat diri sendiri, saya menggelengkan kepala untuk diri sendiri. 

3. Orang yang Awalnya tidak Disukai

Rasanya akan sangat banyak waktu yang dibutuhkan jika harus menulis secara spesifik siapa saja orang yang saya tidak sukai. Daftarnya akan ada banyak, karena akan ada di seluruh waktu dan seluruh dunia. Namun hanya ada beberapa orang yang awalnya saya tidak sukai, namun amat saya hormati. 

Mungkin setiap orang pernah menemui seseorang yang pendapatnya, tingkahnya, dan perkataannya berbanding terbalik dengan apa yang dianggap karakter diri sendiri. Perbedaan ini akan membuat impact yang sangat besar jika orang tersebut mendapatkan perhatianmu secara positif. Cahaya seperti menyinarinya dari dalam tubuhnya. Dia adalah yang terbaik.

Saya tidak peduli dengan perkataan yang muncul dari mulut seseorang, apakah pedas, tajam atau pun menyakitkan hati. Namun yang paling saya pedulikan adalah apakah orang tersebut jujur dan fair dengan pendapatnya. Saya pernah menemui beberapa orang yang bermulut pedas dan bermata tajam layaknya gunting cukur. Awalnya cukup jelas, dia tidak menyukai saya dan sebaliknya. Cukup bagus jika orang tersebut menyatakan hal tersebut secara eksplisit. Jika itu terjadi, maka saya akan menyerah dan mendekatkan diri tanpa ada rasa benci. Sebagian dari orang seperti itu yang saya kenal telah menjadi teman saya.

Cukup bagus, dan dapat dipercaya. Pepatah lama mengatakan, seseorang yang mengaku teman,  jauh lebih berbahaya dari musuh yang menyatakan terang-terangan. Intinya saya suka seseorang yang jujur. Yang kata-katanya dapat dipercaya, bahkan ketika orang tersebut adalah musuh. Selanjutnya, orang jenis ini biasanya disebut dengan nama Rival.

4. Orang Tua dan Guru

Yang ini tidak perlu dijelaskan lebih panjang lagi. Panutan sejak kecil sampai dewasa. Orang tua yang selalu menyayangi anaknya. Selalu menganggap diri anaknya sebagai orang yang sama, disaat anak tersebut menjadi nakal, baik, penurut, perhatian. Selalu mendapat support dan motivasi. Begitu juga dengan guru. Guru telah memberikan sumbangan pengaruh yang banyak terhadap saya.

5. Mantan dan Sahabat

Mantan disini dapat didefinisikan dengan pacar di masa lampau yang sekarang sudah bukan merupakan pacar lagi. Cinta yang telah hilang atau pudar karena waktu atau pun bosan. Sayang yang usang karena hubungan semu. Kehidupan penuh dengan perbincangan sederhana, perdebatan dan kecemburuan. Hilang sekejap karena keputusan seseorang yang tidak bermotivasi seperti saya. Saya sadar sepenuhnya bahwa mereka memberikan kasih sayang yang lebih terhadap saya, perhatian yang tidak diberikan ke laki-laki lainnya. Kebanyakan dari mereka tidak akan goyah jika digoda oleh laki-laki lainnya, memberitahukan ke saya dan selanjutnya saya meledeknya dengan para penggoda itu. Cukup menyenangkan saat membully pacar. Namun karena saya dan sang mantan-mantan hanyalah manusia. Hubungan itupun terputus. Jalan sendiri-sendiri dengan arah yang berbeda. Saya cukup berbahagia dengan keputusan ini. Tidak perlu Ja'im (Jaga Image). Hanya perlu mengatakah hal paling jujur tentang perasaan. Maka saya akan bahagia dengan itu. Suatu saat nanti pasti akan menemukan belahan hati (dibaca: soulmate) yang benar tanpa ada kata PUTUS lagi. Mereka telah mempengaruhi saya dari berbagai arah. Saya berterima kasih dan mendapatkan kesimpulan hidup terlalu singkat untuk dihabiskan dengan orang yang salah.

Sahabat
Well... orang yang saya anggap sebagai teman tanpa ada lagi yang perlu saya sembunyikan. Kejujuran setinggi-tingginya karena rasa hormat, kesetiaan dan kepercayaan. Orang yang akan mengejek sekeras mungkin dan mengangkatmu ketika jatuh. Orang yang bisa saya bully tanpa ada rasa amarah berlebih (ayolah... siapa juga yang bisa dibully dan gak memiliki rasa marah). Penuh dengan permaafan karena kesamaan hal. Kita hanyalah debu yang sama, seperjuangan dalam rasa. Menyatu dalam rasa bahagia sederhana dan kebimbangan tak terkira. Menawarkan bantuan, mencegahmu dari hal buruk. Walaupun kadang mengajak ke dalam hal buruk bersama. entahlah... definisi persahabatan agak rancu di otak ini. Namun hal yang jelas, Sahabat membuatmu nyaman. Mempengaruhimu dalam berbagai sudut pandang. 





Terakhir yang bisa saya katakan adalah, SAYA ADALAH ORANG-ORANG DIATAS, DIBAGI LIMA!!

Tuesday, December 10, 2013

Cinta Ephemera dengan Logika Monyet

Lagu memang memiliki seribu cerita. Saya sedang mendengarkan lagu the beatles dan sepertinya hormon adrenalinku bertambah banyak, sirkulasi darah ke otak dan ke otot meningkat, jantung berdetak lebih cepat, persis seperti jatuh cinta pertama dahulu kala, cinta monyet lebih tepatnya. Cinta tanpa pikiran dan logika manusia. Logika monyet.

Ketika saya mulai berpikir dengan logika ini, dunia serasa begitu sempit, hanya ada "kamu dan aku". Kita bersama dalam satu entitas dunia paralel. Seperti dunia game RPG dengan karakter utama bernama "Hilmi" --nama karakter utama dalam game RPG biasanya bisa dibuat sendiri sesuai keinginan pemain--. Happy ending. Begitulah logika monyet, selalu merasa bahagia dalam keadaan apapun. Hanya ada "Aku" dan "Pikiranku" sehingga bisa membuat kenyataan apapun menjadi nyata dalam dunia paralel itu. Dan hal itu bukanlah merupakan hal yang buruk. Hal itu bisa dibuat menjadi inspirasi ide yang bisa dikembangkan menjadi cerita fiksi dengan penuh dramatisasi. Namun jangan sesekali menghubungkannya dengan kehidupan dunia nyata. Saya berani jamin bahwa endingnya adalah kecewa.

Begitulah cinta monyet, perasaan bahagia seperti halnya ephemera, bertahan hanya untuk sementara. Ephemera cinta monyet adalah hal yang sangat indah untuk sementara. Jadi teringat dengan sebuah lagu miliknya Sandy yang di lirknya itu kurang lebih mengatakan "Aku siap, sakit hati". Jika merasa sedang mengalami perasaan bertaburan bunga dengan merasa dunia milikmu dan pikiranmu, milikmu dan gebetanmu, atau milikmu dan pacarmu. Cepatlah sadar dan bersiap-siaplah, "Aku siap, sakit hati".

Seseorang yang sudah menjalin hubungan pacaran dengan waktu yang sudah lama (misal: diatas 2 tahun) mungkin akan menyangkal, "tidak, aku tidak akan sakit hati, dia adalah jodohku. jadi, aku tidak perlu siap sakit hati". Sadarlah kawan, dunia ini luas dengan kemungkinan tidak terbatas, bersiap-siap saja lah. Jangankan dua tahun, saya punya teman yang sudah pacaran sejak SMP sampai dekat dengan kelulusan kuliahnya, mereka putus saat si cowok lulus kuliah. Jadi, lama belum tentu menjadi jodoh. Waspadalah!!

Namun walaupun begitu, saya selalu salut dengan pasangan yang mampu bertahan berpacaran dalam jangka waktu yang lama. Berbeda dengan hubungan cinta ephemera logika monyet pasangan lainnya, pasangan yang bertahan lama ini biasanya adalah manusia keras kepala dengan pikiran yang lebih dewasa. Penuh dengan pengertian. Saya pernah diberi nasehat dengan jenis manusia itu. Hal ini terjadi setelah hubungan saya berakhir dengan pacar saya dahulu kala (dibaca : mantan). Katanya sederhana namun cukup mendalam, "Mi kenapa putus?", saya terdiam, lalu dia melanjutkan kata-katanya seakan-akan dia sudah tahu alasannya, "Memang kita semua egois, tidak ada manusia yang tidak egois dan keras kepala, pacarku juga egois keras kepala, aku juga, konflik itu biasa, jadi harus ada salah satu yang mengalah". Tanpa ada petunjuk, kata-katanya betul-betul betul. Kena, nancep, pas!!

Kalau dipikirkan kembali, saya memang pribadi yang egois, keras kepala dan proaktif terhadap pernyataan yang berbeda dengan pikiran saya, sehingga sering berdebat tentang semua hal, hal ringan sampai hal yang tidak ringan. Hasilnya sudah jelas, membuat orang merasa jengkel. Pernah suatu ketika, pacar saya dahulu kala (dibaca mantan) mengatakan dengan penuh hasrat "SNSD unyu bangeeeet!!", secara reflek saya menggumam, "pikachu seribu kali lebih unyu...", dia mendengar, lalu bertanya kembali apa yang saya katakan, saya lanjutkan saja "Kalau kamu tau sonansu, tingkat keunyuannya jauuuuuuh lebih tinggi dari SNSD". Dia pun tidak mau mengalah. Setelah itu, perdebatan tentang SNSD dan pokemon ini berlanjut sampai 1 hari penuh dan berkelanjutan dengan saling tidak menyapa selama 3 hari.

Ngomong-ngomong, saya kemarin baru tahu kalau pikachu adalah evolusi dari pichu. Ternyata, pichu itu super super unyu. Berdebat.. sepertinya bisa didapatkan kesimpulan. Pasangan itu kemungkinan besar wataknya tidak jauh dari diri sendiri. Keras kepala, egois, sama. Jadi, kalau mau bertahan lama dalam hubungan semi semu ini (dibaca : pacaran). Jika perdebatan terus berlanjut sampai titik darah penghabisan, maka, belajarlah untuk menerima. Belajar untuk mengalah. Dan belajarlah untuk menerima kalau SNSD itu juga unyu.

Namun cukup sekian dengan perdebatan dan seseorang yang selalu meminta perhatian. Menanyakan pertanyaan yang sama tiap harinya yang kalaupun sudah pasti saya akan lakukan walaupun sering terlambat, "sudah makan?" "jangan makan mi instan! gak baik untuk kesehatan" dan sebagainya. Saya pasti makan dan saya tahu bahwa mi instan itu tidak sehat. Saya bosan dengan pertanyaan jenis seperti ini jika selalu itu yang ditanyakan dalam sms, saya sedikit. Terakhir kali, mantan tahu bahwa jawaban sms yang saya kirimkan adalah BOT buatan dari hape mutakhir jaman ini. Terima kasih PTI, saya bisa membuat BOT di android semua karena kurikulummu. Screw you untuk pertanyaan yang sama, sekarang adalah jamannya teknologi. haha...

Ngomong-ngomong, dia sadar bahwa jawaban yang masuk ke hapenya adalah jawaban yang tidak nyambung, kadang sama. Gadis pintar,.. saya suka. Namun dengan alasan yang sama, kami putus. Dan setelah itu saya mulai menjomblo. Mungkin lain kali, saya akan membuat Kecerdasan buatan yang lebih pintar dari Bot sebelumnya supaya tidak ada keraguan dari Cewek pintar.

Ngomong-ngomong soal jomblo. Jomblo itu menyenangkan, ada banyak sekali alasannya. Mungkin kalau punya kesempatan. Lain kali saya akan membuat tulisan tentang JOMBLO dengan judul "Tutorial Jomblo Bahagia". haha.. Thanks for read. Semoga bermanfaat.

Thursday, November 21, 2013

Perbedaan Tipis Antara Patah Hati dan Kecewa

Kadang saya tercengang dengan perbedaan orang yang saya kenal kalau dilihat dari media sosial yang dimilikinya. Betapa tidak, di dunia nyata, seseorang bisa terlihat sopan dengan senyum penuh keramahan, lalu di media sosial berubah menjadi sosok yang kasar. Adalagi orang yang kelihatan penuh dengan kedewasaan, namun saat di dunia virtual, beralay ria dengan status "gak penting" yang diperbaharui 4 kali dalam satu jam. Sebenarnya saya tidak keberatan sama sekali, namun ketika melihat ekspektasi yang ternyata berbeda jauh dari kenyataan, rasanya seperti terluka, sama halnya dengan melihat gebetan yang baru saja "Jadian" dengan pria lain. Patah hati!

Berbicara tentang patah hati, sebenarnya patah hati merupakan metafora untuk menjelaskan emosi yang sedang sakit, penderitaan mendalam akibat sesuatu. Salah satu contohnya adalah ketika mengirim sms dengan banyak sekali karakter didalamnya, setelah terkirim ternyata di balas dengan nilai boolean, yes or no, true or false, atau malah 0 atau 1 (tergantung bahasa pemrograman mana yg digunakan). Contoh lainnya adalah ketika seseorang yang disukai memandangmu dalam tepat di mata lalu dengan pelan ia bertanya, "kamu sudah mandi?". 

Bagi saya, patah hati yang terakhir terjadi kemarin dari seorang teman yang saya temui. Percakapannya seperti ini, "Hilmiii.." sambil melambaikan tangannya. Saya mendekat untuk menyapanya seraya tersenyum. Sebelum mengucapkan sepatah kata, ia mengeluarkan pertanyaan formalitas basa-basi yang saya sudah bisa tebak apa itu, "Kemana aja, lama gak ketemu?". Tau kalau pertanyaan tersebut adalah pertanyaan retoris, namun tetap saja dengan pelan saya menjawab pertanyaan basa-basinya, "Dari kamar mandi..", "men only.." tambahku, "jadi gak mungkin ketemu". Lalu responnya adalah "hah?!". krik krik. Jangkrik tiba-tiba muncul sebagai suara latarnya. Saya benar dari kamar mandi, lalu menjawab pertaannya yang "kemana aja", lalu "lama gak ketemu?" gak mungkin ketemu di kamar mandi kan?! hahaha... Jadi saya hanya tertawa sendiri dengan jangkrik sebagai latar suaranya. Saya terlalu gengsi untuk menjelaskan lelucon payah yang tidak dimengertinya, jadi saya juga mengeluarkan beberapa pertanyaan basa-basi lainnya, percakapanpun terus berlanjut. Namun tidak bisa dipungkiri, saya sedikit patah hati karena hal itu. Jadi pelajaran hari kemarin adalah, "Jangan mengatakan hal yang tidak penting, perbanyaklah basa-basi".

*sumber gambar : janinebasil.com

Tuesday, November 19, 2013

Kesan PPL





Dulu, awalnya saya merasa khawatir karena saya akan PPL. Kekhawatiran ini muncul karena sewaktu SMA, saya tidak pernah benar-benar suka dengan mahasiswa PPL. Bagi saya waktu itu, mahasiswa PPL seperti goresan dalam CD game yang saya mainkan, tanjakan curam ketika saya bersepeda, dan mobil yang berada tepat didepan saya yang sedang bersepeda motor di jalan yang sempit. Goresan pada CD game akan membuat gameplay menjadi tersendat-sendat, tanjakan akan membuat lelah dan lambat, sedangkan mobil di jalan yang kecil itu menjengkelkan. Karena itulah, mahasiswa PPL itu hanya akan membuang waktu, membuat pelajaran yang diajarkan oleh guru sebenarnya menjadi tersendat, penyampaiannya juga akan sedikit berbeda karena mereka adalah mahasiswa dan baru saja mulai mengajar. Intinya saya tidak suka Mahasiswa PPL. 


Untuk membuat cerita panjang menjadi pendek, waktu berlalu sampai pada suatu saat saya termotivasi untuk menjadi guru. Saya belajar, dan masuk menjadi mahasiswa kependidikan, dan harus mengikuti PPL. Saat memulai PPL, saya meyakinkan diri bahwa tidak akan ada siswa yang akan berpikiran seperti saya dahulu kala, kalaupun ada, saya tidak akan peduli dengan anak yang masih main game lewat CD dan merasa jengkel melihat kendaraan roda empat di depannya. Saya akan lalui satu bulan dua minggu ini dengan tenang dan menghilang seperti hantu. 

Ternyata tidak begitu kawan, tidak ada hal seperti "menghilang seperti hantu". Saya selalu ada bernafas dan mendapat perhatian (baca :perhatian positif ataupun negatif). Mulai dari minggu pertama UTS di SMK, ketika saya menjadi pengawas UTS, saya mendapatkan banyak sekali perhatian, bookmark dari beberapa siswa. Gabungan antara sikap kaku, tidak ramah dan wajah menyeramkan secara alamiah, membuat saya mendapatkan banyak sekali perhatian, perhatian negatif dengan penuh kebencian. Di minggu pertama, di kebanyakan ruangan, saya mendapatkan haters baru. Mainstream banget. 

Minggu kedua saya sudah mulai mengajar. Surprise banget tanpa ada persiapan, di hari pertama saya langsung diberi tugas untuk mengajar inheritance dan enkapsulasi pada saat itu juga. Saya meminta waktu untuk mengingat-ingat dan membaca referensi. 5 Menit kemudian tanpa basa basi, saya mengajar mereka dengan lancar. Untung saja di PPL I (ppl latihan di kampus), saya dan kawan-kawan lainnya sudah dilatih untuk mendapatkan kejutan-kejutan seperti ini. Bravo! 

Minggu ketiga pun berlalu, minggu keempat dan kelima sudah menjadi angin lalu. Di minggu terakhir, saya sudah merasa kehilangan. Sebentar lagi akan berpisah dengan teman-teman PPL dan anak-anak RPL yang unyu-unyu. Saya sudah mengajari mereka banyak hal tentang materi RPL, semoga saja dapat menjadi Ilmu yang bermanfaat. Kadang setelah mengajar, rasanya kepikiran jika ada yang tidak paham tentang pembahasan tertentu, terbawa sampai ke kost. Namun setelah memikirkan sikap mereka yang baik dan sopan terhadap guru mereka, saya yakin masa depan mereka cerah.

Tentu saja, saya juga tidak melupakan haters saya yang selalu tampak sceptic jika saya berjalan di sekitaran mereka. Melihat mereka seperti melihat cermin. Ada gambaran saya di masa lampau pada diri mereka. Jadi bukannya benci, malah merasa kehilangan juga dengan mereka. haha

Sekarang, PPL sudah selesai. Tanpa penyesalan, ada banyak sekali kenangan. Terima kasih semuanya!

Sunday, October 6, 2013

Serigala dan Tiga Babi Kecil




Hari ini benar-benar cerah. Penuh dengan cahaya matahari yang bertaburan dengan sebagian isinya merupakan awan.  Aku terlentang dibawah pohon. Terlentang menghadap langit, memandangi langit dan awan. Ada beberapa awan yang berbentuk seperti paha ayam sehingga membuat rasa laparku terasa hingga akhirnya aku memutuskan untuk berdiri. Pergi mencari makanan.
Aku menengok ke kiri dan ke kanan, melihat apakah ada sesuatu yang bisa dimakan. Hingga pada suatu tempat aku melihat 3 babi kecil yang sedang bermain di taman. Dengan pelan aku mendekati mereka sambil memikirkan betapa lezatnya daging mereka. Aku terus merangkak. Sampai pada beberapa meter di depan mereka, salah satu dari tiga babi tersebut berteriak. “Serigalaaaaaa!” katanya sambil berlari. Dua babi lainnya menoleh dan menatap mataku. Kami saling melihat. Dua babi gemuk didepanku. Dengan cepat mereka berlari dengan sekencang-kencangnya. Mereka bertiga berlari ke arah yang berbeda. Hal ini membuatku berpikir sejenak, babi mana yang harus kukejar terlebih dahulu.  Tanpa pikir panjang lagi, aku langsung mengejar salah satu dari mereka, yang manapun tidak apa lah, yang penting hari ini bisa makan.
Dengan kecepatan paling tinggi aku mengejar babi paling kecil. Tentu saja aku mengejar yang paling kecil, larinya pasti paling lambat. Dia berlari kencang. Kencang sekali dan tidak menoleh ke belakang sekalipun. Aku berada sekitar 10 meter dibelakangnya. Dia berlari menuju rumah. Rumah yang besar dengan tembok kekar. Dia membuka gerbang, bodohnya, aku akan masuk juga. Kupercepat lariku, dia sudah tidak nampak, berada dibagian dalam rumah dan menutup pintu rumah. Gerbang terbuka namun pintu sudah tertutup. Apa yang bisa kuperbuat saat ini. Apakah aku harus masuk dengan mendobrak pintu.. tidak, hal itu akan nampak tidak elegan. Hingga akhirnya aku mundur beberapa langkah sehingga kembali ke gerbang. Gerbang dari rumah babi paling kecil. Mundur lagi untuk melihat rumah itu, mungkin saja ada celah yang bisa aku masuki. Mundur lagi, sampai tersadar bahwa ada tiga rumah berjejer di sana. Aku tau pasti, dua rumah lainnya pasti milik babi yang lain.
Rumah ketiga babi itu berbeda-beda. Rumah babi terkecil terbuat dari bata yang ditumpuk-tumpuk, berwarna merah dengan dengan sesuatu yang berwarna abu di tepi tiap bata. Bangunan itu kuat sekali. Tidak mungkin bisa mendobraknya. Bangunan di sampingnya tampak berbeda. Bangunan itu terbuat dari kayu-kayu. Dari lantai sampai atap, semua dibuat dari kayu. Rumah di sampingya lagi lebih nampak berbeda, terbuat dari jerami, sisa padi yang ditumbuk menjadi beras. Terlihat lebih banyak celah di sana. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke rumah paling lusuh. Rumah yang terbuat dari jerami itu.
Aku tepat ada di depan gerbang rumah jerami. Gerbanya terbuat dari jerami pula. Aku tidak tau kenapa babi ini terobsesi dengan jerami. Namun, terserahlah, gerbang seperti ini bisa kumasuki bahkan ketika gerbangnya masih digembok. Ternyata benar ada gembok di gerbang rumah babi ini. Gerbang jerami dengan gembok jerami. Kutiup saja gerbang tersebut, seluruh gerbang terbang, terbawa angin ke arah rumah yang ia lindungi. Tepat didepan pintu rumah itu, gerbang itu tidak berbentuk lagi. Tinggal rumah dan isinya. Aku menarik nafas dalam. Dalam sehingga dadaku mengembang dua kali lipat dari sebelumnya. Kutiup rumah itu. Gerbang tidak berbentuk, pintu, dan semua bagian dari rumah itu terbang. Kecuali satu mahluk hidup bernama babi yang ingin ku makan. Terdiam disana. Dibalik rumah jeraminya yang roboh. Dia menatapku dengan wajah ketakutan. Tanpa menunggu aba-aba, aku langsung berlari dengan sigapnya. Menuju santapan pertamaku. Taringku sudah siap, aku melompat, dan kepalaku membesar beberapa kali lipat. Membesar sehingga bisa menerkam seluruh tubuhnya. Terasa kenyal dalam mulutku. Langsung kutelan. Babi pertama sudah masuk ke dalam perutku.
Badanku membesar, telingaku tumbuh melebar,  beberapa bagian dari bulu coklatku berubah menjadi merah muda. Aku terkapar menghadap langit, melihat birunya langit, putihnya awan. Tampak ada 3 awan yang menyerupai babi. Aku memandanginya, memandangi awan itu terbawa angin. Memandangi perubahan salah satu awan itu menjadi bentuk serigala sehingga awan berbentuk babi menjadi dua. Dua babi dan satu serigala. Tidak elegan. Akan lebih baik jika serigala lebih banyak. Aku kesepian. Setelahnya aku menolehkan kepalaku yang terasa berat ke arah kiri. Melihat dua rumah di sana, rumah dengan kayu dan rumah dengan bata, mungkin batu. Tidak mungkin aku bisa meniupnya. Tapi kalau tidak dicoba, maka tidak akan tau kan. Akan ku coba.
Aku kembali ke depan rumah dengan bata, melihatnya didepan gerbang. Sepertinya bukanlah rumah yang bisa kutiup. Lalu berjalan ke depan gerbang rumah yang terbuat dari kayu. Pintu gerbangya terbuka. Beruntungnya aku. Namun rumahnya tertutup rapat. Tidak mungkin aku bisa meniupnya. Kalimat itu terus berulang di dalam pikiranku. Aku berjalan ke kiri kanan bolak balik di halaman rumah itu. Memasukan bagian tanganku ke saku celana. Mengambil bungkus rokok. Meletakannya di sela bibirku. Lalu menyalakan rokok tersebut sambil berpikir. Bagaimana bisa meniup bangunan kayu itu. Rokok terakhirku, hampir habis. Namun tidak satupun ide yang masuk ke kepalaku. Dengan kesalnya rokokku yang masih setengah kulemparkan ke rumah kayu itu sambil mengumpat. “Sial, kayaknya aku harus pulang”. Akupun berjalan menuju gerbang kayu. Pulang dalam kegagalan. Kehabisan cara untuk meniup rumah kayu.
Sesaat setelah melewati gerbang. Terdengar teriakan. Bayanganku terlihat semakin panjang. Semua didepanku terlihat merah. Hingga aku menoleh ke belakang. Semua tampak lebih merah lagi. Api menyelimuti semua bagian rumah kayu. Kupastikan dengan tegas di otakku. Rokokku lah penyebabnya. Sambil tertawa, aku mendengar teriakan “Kebakaraan!!”.  Suara tersebut semakin pelan sampai tidak ada teriakan lagi. Aku menunggu disana. Beberapa menit kemudian api padam. Hanya ada babi panggang di sana. Tanpa melihat suasana lagi. Aku berlari dengan kencang. Melihat babi tersebut sudah didekatku lalu aku melompat. Terasa padaku, bentuk wajahku berubah. Menjadi lebih besar. Beberapa kali lipat. Aku menerkam seluruh badan babi tersebut. Menelannya matang. Menelan babi panggang matang. Badanku sedikit berubah lagi, lubang hidungku menjadi besar. Buluku menjadi merah muda semua. Telingaku nampak semakin besar. Aku terlihat cubi. Iya cubi, gemuk-gemuk gimana. Namun walaupun begitu, satu lagi babi telah masuk ke perutku.
Aku terkapar. Memandangi langit dan melihat awan. Melihat perubahan bentuk awan. Ada tiga awan diatas sana. Dua diantaranya adalah bentuk serigala. Satu yang lainnya adalah bentuk babi. Aku beridiri lagi. Menoleh ke arah kiri dan melihat rumah yang terbuat dari bata itu terlihat sangat tegar. Badanku semakin besar. Mungkin setelah ini aku bisa mendobrak pintu kamar itu. Mendobraknya sehingga pintunya roboh, saat itulah kesempatanku untuk menerkam babi paling kecil. Tanpa melewati gerbang, aku melompati pagar. Lalu berlari sekencang-kencangnya ke arah pintu. Lalu berhenti tepat di depan pintu. Pintu itu terlihat kuat. Begitu juga dengan badanku. Tanpa menunggu lagi, aku mundur. Mundur membuat ancang-ancang. Berlari dengan kencang dan mendobrak pintu itu. Namun sayang seribu sayang. Pintu itu kuat minta ampun. Aku terkapar jatuh. Melihat pintu itu yang seakan dengan arogannya mengatakan. Kamu terlalu lemah serigala. Kamu terlalu lemah. Aku tidak terima.
Setelah melihat betapa kuatnya pintu tersebut. Aku memutuskan untuk tidak memakan serigala paling kecil. Aku menyerah. Nikmati hidupmu babi kecil. Aku pulang.

Tuesday, September 24, 2013

Aku mencintaimu. Mereka tidak perlu tahu. Dan, begitu juga denganmu


"Aku mencintaimu.
Mereka tidak perlu tahu.
Dan, begitu juga denganmu"

Sebuah penolakan terhadap perasaan yang memiliki potensi untuk sakit hati berlebih. Teoretisi pembelajaran menyebut hal ini dengan sebutan "Escape conditioning", memberikan tindakan yang tepat untuk stimulus berbahaya. Untuk konteks ini adalah menyimpan perasaan. Aku tidak mengerti akan ketepatan tindakan ini menunjukan nilai kebenaran atau tidak, yang jelas aku tahu pasti tidak akan sesakit ketika perasaan cinta yang lebih dalam hilang ketika semua orang tahu, dan kaupun begitu.

Sekedar teoriku saja, atau memang banyak yang menganggap hal ini adalah hal yang patut untuk dibenarkan, "Only love can break your heart". Teori ini mungkin tidak memiliki askpek formal, tidak memiliki simbol-simbol yang menjelaskan bahwa cinta dapat menghancurkan jantungmu. Tapi aku yakin sekali bahwa aspek empirisnya bertebaran dimana-mana, dirasakan oleh tiap orang dengan tiap indranya. Sebagian orang mungkin bisa menjelaskan proses kimia yang terjadi dengan hukum asosiasi seperti yang dikatakan Aristoteles. Apakah ilmiah? I don't know!

Yang kuketahui adalah hukum kontras mungkin saja terjadi. Karena terlalu cinta, maka seseorang menjadi terlalu benci. Dan hal itu dapat menghancurkan hati siapapun. Mungkin salah satu dari 10 orang yang kita kenal pernah mengalaminya. who knows..

Mungkin persentasenya kecil jika cinta menjadi benci. Lantas bagaimana dengan cinta menjadi tidak cinta dan tidak benci. Seperti kehilangan emosi. Bukan faktor lain seperti mencintai orang lainnya. Buaya bahkan tidak melakukan hal itu. Lebih positif, mungkin buaya sedang memiliki masalah dengan suhu tubuhnya yang terlampau dingin, jadi sang buaya harus keluar untuk menghangatkan badannya sehingga tidak memikirkan buaya yang ia cintai untuk sementara.

Sungguh ironi, sebagian kisah cintaku persis seperti kisah pasangan buaya. Jika terpikirkan kembali, maka aku hanya bisa menggelengkan kepala dan berpikir, suatu saat jika bertemu dengan buaya yang lainnya, akan ku katakan dengan teriak "JANGAN DENGAN MUDAHNYA MEMBERI KESIMPULAN!!"

Akan kuceritakan sedikit tentang kisah peneliti, seseorang yang meneliti jangkrik apakah bisa merespon apa yang dikatakan manusia. Peneliti berteriak, "lompat!". Jangkrik melompat, lalu satu kaki jangkrik dipotong. Penelitian dilanjutkan, "lompat!". jangkrik melompat, lalu satu lagi kaki jangkrik di potong. Penelitian itu terus berlanjut dengan hasil jangkrik melompat ketika peneliti mengatakan kata "lompat". Sampai pada saat ketika kaki jangkrik sudah habis, "lompat!". Jangkrik terdiam membeku, tidak melompat. Peneliti itu lalu menulis di buku catatannya : "Jangkrik tanpa kaki itu tuli".

Anehnya, kadang hal itu terjadi. Kesimpulan yang tidak sesuai dengan apa yang mungkin dirasakan oleh si jangkrik. Apalagi ketika kita hanya menyimpan perasaan yang kita miliki.

Benar-benar merasa senasib dengan buaya dan jangkrik untuk saat ini. Mungkin sebagian dari kalian merasakan hal ini, pernah atau mungkin di masa mendatang. Jika iya, bersemangatlah, jangkrik senasib dan buaya senasib akan memberikan semangatnya untukmu!

Monday, September 2, 2013

Muncul dengan Kabar, Tidak Jelas

Bukan dengan unsur kesengajaan, tapi karena keinginan yang menggetarkan dada dan masuk ke kepala. Beberapa tahun yang lalu, tidak pernah seperti ini. Jujur saja, ada hal yang memang bisa terungkap karena perjalanan waktu, namun ada juga hal yang takkan berubah dan diam statis dalam ketidak tahuannya selamanya. Hal pertama lah yang terjadi, dia merasuki benakku di tahun yang ketiga. Sebuah pemikiran kenapa dia pernah suka. 

"Hei, kau permainkan aku!?" skeptik dengan wajahku yang pas-pasan. Dia terdiam dan beberapa detik kemudian tertawa. "iya.. sakit ya dipermainkan..." katanya. Ayolah, kata seperti itu terdengar retoris banget. Ada angin ke genderang telingaku yang masuk dan mengatakan bahwa dia hanya memberikan ledekkan kejam terhadapku. Pada saat itu kuakui memang hidupku dalam keadaan gelap. Sikapku adalah cerminan sifat buruk. Dalam benakku, arti kata-katamu secara implisit adalah "Tidak pantas dirimu untuk orang yang ada di sini!".

Saya tersadar, dalam kebingungan, saya berubah. Karena diammu selama ini, tahu bahwa kata-kata darimu adalah kata-kata yang perlu saya pikirkan dengan panjang. Temanmu sudah berubah kawan. 

Taukah jika dulu aku mengagumimu. Mengagumimu dalam, seperti anak kecil yang kagum terhadap kakakknya, bahkan lebih dari itu. Saya mencintaimu. Dan hal ini terjadi bukan ketika kita akan pergi mencari jalan hidup kita masing-masing. Sejak awal. Ketika kau tersenyum untukku pertama kali. Di saat itulah, saya telah jatuh. 

Sekarang kau muncul, tiba-tiba dalam jaringan tanpa kabel dengan operator yang sama, kata-kata yang sama pula. Balasanku juga tidak berbeda, "Hei, kau permainkanku lagi..". Dan muncul darimu kata-kata yang membuatku terdiam, "Dari dulu kamu selalu anggap perasaan orang terhadapmu main-main saja ya.. ". Bingung dengan kata-katanya "Perjelas apa maksudmu!", hening, dengan nada yang sedikit bergetar dia berkata "Aku serius, sejak dulu aku serius, jadi jangan menganggap aku mempermainkanmu". Lalu sambungan pun terputus. 

Saya tahu, akhirnya saya mengerti, benar-benar paham maksudmu. Hanya bisa menggelengkan kepala, dia lucu seperti biasa.

Thursday, August 29, 2013

Live Action!!

Tanggal 29 Agustus, adalah hari dimana demokrasi sedang dilaksanakan di provinsi Jawa Timur. Pemilihan gubernur. Hal ini menyebabkan liburnya instansi sehingga kuliah saya yang satu-satunya di hari kamis menjadi kosong. Libuuur, yey.

Tidak ada aktivitas yang produktif untuk hari ini, benar-benar hanya refreshing. Refreshing dengan menonton film Live Action salah satu manga dan anime romantis. Tentang persahabatan dan kesalah pahaman. Tentang keterus terangan dan tentang bagaimana memikirkan orang lain. Temanya adalah tentang Cinta dan Persahabatan. ada yang bisa tebak? pokoknya cewek banget, deh.

Nasib proposal skripsi?
Belum digarap, di sini panas. Surabaya oh surabaya...

Tuesday, August 27, 2013

Nasib Mahasiswa Semester Tua

Tanggal 28 Agustus 2013, pagi sekali pada jam 3.33 saya mendapatkan inspirasi untuk judul proposal skripsi yang akan saya garap. Munculnya adalah ketika pikiran masih di tepi kesadaran, ambang batas kewarasan dengan pikiran sehat. Iya, baru bangun tidur. 

Hari sebelumnya, ada banyak hal yang saya lakukan, mulai dari konsultasi ke pembimbing akademik, baca skripsi kakak tingkat, minta tanda tangan KRS, sampai kepada salam-salam kepada teman. Pada saat bersalam-salaman, baru sadar kalau teman sekelas yang saya temui hari ini jumlahnya tidak lebih dari 4 orang. Sungguh sepi beralasan. Alasannya saya yakin akan bermacam-macam. Karena itu hari kemarin, kesendirian tak terelakan. 

Ditengah kesendirian itu, ternyata banyak hal positif yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah membaca skripsi dari kakak tingkat. Rasanya aneh, baru membaca beberapa tulisan saja sudah pusing. Bukan karena saya benci membaca atau apa, namun flu yang kuderita masih saja melanda. Panas yang terjadi. Panasnya seperti air panas yang dibiarkan menjadi hangat. Saya hangat. Persis seperti hatiku ketika berada bersama keluarga, tapi untuk badan. hangat, oh no. 

Berbicara tentang kehangatan, ketika di rumah, hati saya selalu merasa hangat. Semua berubah ketika muncul pertanyaan "kapan lulus". Pertanyaan ini tidak jauh beda dengan pertanyaan "kapan nikah?" untuk orang-orang yang lahir sebelumku. Sakral banget. Hati yang hangat tidak lagi hangat, panas mendidih dalam aliran darah sehingga muncul detak kencang di kepala. Panas. 

Semoga menjadi lebih baik. Semoga sembuh, supaya kehidupan bisa menjadi lebih mudah. :D